Kamis, 31 Desember 2009

Siapakah Buddha Hidup Lu Sheng Yen itu??


Buddha hidup Lian Sheng bernama Sheng-yen Lu, lahir di belakang
danau di Chiayi, Taiwan pada tahun 1945. Beliau adalah lulusan dari
Fakultas Geodesi Zhong-zheng jurusan geodesi. Beliau telah menulis
karya sastra di surat kabar semasa duduk di SMA. Sifat Buddha hidup
ramah dan menjunjung tinggi alam, setelah berusia 50 tahun Beliau telah
belajar melukis lukisan Tiongkok, karya lukisan beliau begitu hebat,
beliaupun pernah menggelar lebih dari 10 kali pameran lukisan,
karya lukis Beliau juga terpilih dan dimuat di majalah berpengaruh,
“ Seni Rupa Tiongkok”.

Buddha Hidup Lian Sheng menduduki posisi international yang terhormat,
karya tulis Beliau juga mendapatkan penghargaan dari mantan presiden A.S,
Bill Clinton, mantan gubernur Washington D.C, Mike Lowry,
dan tokoh-tokoh terkenal lainnya; sebab isi tulisan Beliau tidak
hanya dapat memulihkan kesedihan manusia, tetapi juga dapat
meningkatkan spiritual bahkan mengubah nasib.

Kehidupan dari Buddha Hidup Lian Sheng sangat ajaib, semasa muda
Beliau adalah seorang penganut kristiani yang saleh. Pada usia 25 tahun,
mata batin Beliau dibuka oleh Maha Dewi Yao chi dan Beliau melihat
Trini Arya dari Sukhavatiloka
muncul di angkasa dan berpesan
pada Beliau agar membabarkan Dharma dan memberikan kebaikan
kepada segenap makhluk hidup.Setelah itu,Tuan Sanshan Jiuhou
setiap malam mengajarkan Dharma selama 3 tahun.Belakangan Beliau
menemukan seorang guru generasi ke-14 dari aliran Qing-Cheng,
Taois Qing Zhen (Bhante Liao-ming) di Gunung Jiji, Taichung
.
Dengan Guru inilah, Beliau belajar Tao dan Tantra, serta fengshui dan
ramalan wangsit, dan juga menjadi penerus generasi ke-15 dengan
nama Taois Xuan-he.

Demi membuka simpul keragu-raguan dalam hatinya,
Buddha Hidup Lian-sheng
mendalami Buddhadharma.
Mulai tahun 1970, Beliau berguru pada guru-guru
dari aliran Mahayana seperti Y.M.Yin-shun, Y.M. Le-guo,
Y.M. Dao-an
. Pada tahun 1972, Beliau menerima
Bodhisattva-sila di Vihara Bishanyan, Nantou.

Setelah tahun 1981, Beliau berguru kepada guru-guru dari
empat sekte besar dari tradisi Tantra Tibet:

1. Sekte Nyingmapa ( sekte merah )
Beliau mendapatkan mudra hati silsilah dan abhiseka dari bhante Liao-ming.
Barang bukti silsilah ada: Vajra gentha dan dorje berukuran kecil
yang digunakan oleh Guru Norna dari Sekte Nyingmapa,
pusaka Kotak Manjhusri dari Istana Potala Tibet, dan lain sebagainya.

2. Sekte Kargyupa ( sekte putih )
Beliau menerima Abhiseka Panca Budhha dari Gyalwa Karmapa ke-16.
Barang bukti silsilah ada: japamala kristal putih yang di pakai oleh
Gyalwa Karmapa,botol pusaka dari vihara di Tibet, dan lain sebagainya.

3. Sekte Sakyapa (sekte variasi )
Beliau memperoleh Abhiseka Mahaparipurna Prajna dan Abhiseka
Acarya dari Lama Sakya Zheng Kong.
Barang bukti silsilsh ada: pratima Sakyamuni Budhha, s
etempel giok Singa Gunung Es,Teratai, Ceret Giok, Vajra Pasa ( tali )
yang telah lama digunakan oleh Lama.

4. Sekte Gelugpa ( sekte kuning )
Beliau memperoleh Abhiseka AnuttarayogaTantara dari guru
Thbuten Dargye.
barang bukti silsilah ada: pratima Vajrapani
Bodhisattva yang terbuat dari tanah liat, dan Kalachakara Vajra
dari emas dari Kanjurwa Khautughtu Rinpoche; Dharmacakra batu p
ermata,Ghanta dan Dorje dari emas,Phur-bu Thrimukha Vajra, j
ubah Simha Dharmaraja dan kalung 108 buah Dorje emas,
dan lain sebagainya.

Buddha Hidup Lian Sheng pernah menganut berbagai Agama, seperti agama:

Kristen, Agama Tao,dan Agama Mahayana. Waktu itu dengan
ramalan wangsit,reputasi beliau tersohor sampai ke Asia Tenggara,
bahkan kepala Negara dari satu Negara pernah datang berkonsultasi
secara rahasia; belakangan karena banyak orang berdatangan s
iang dan malam sehingga mengganggu ketenangan keluarga beliau,
lewat petunjuk dari MAHA DEWI YAOCHI,
Beliau akhirnya imigrasi ke Seattle,A.S.

Di Seattle, Budhha Hidup Lian-sheng tekun berlatih dharma Tantra
dan memperoleh keberhasilan. Beliau juga meniup sangkakala Dharma
dan menabuh tambur Dharma dengan membangun vihara perintis
di Negara barat, Ling Shen Ching Tze di Seattle.
Semenjak itu aliran Cen fo cong di babarkan ke seluruh dunia dan
siswa yang berguru pada beliau di seluruh dunia hingga saat ini hampir
mencapai 6 juta orang. Dan juga banyak rinpoche dari Tibet yang berguru
pada beliau,misalnya: mantan ketua parlemen Tibet,
Kasur Jigme L. Rinpoche,Tuten Gyatso Rinpoche,Tsampa Rinpoche,
dan lain-lain.

Oleh karena itu, aliran Cen fo cong adalah aliran baru yang menggabungkan
intisari dari Taoisme, Mahayana, dan Tantrayana menjadi satu kesatuan.
Aliran Cen fo cong juga merupakan metode penekunan zaman modern,
namun tidak kehilangan nuansa khas dari Agama Buddha tradisional;
dalam aspek membebaskan para insan, aliran Zhenfozong telah berbaur
dengan banyak Ilmu-ilmu Taosime, fu, ramalan wangsit, fengshui,
tolak bala, sadhana dewa rejeki, dan berbagai sadhana keduniawan lainnya
dengan tujuan agar para insan terbebas dari kerisauan dan kesulitan,
sehingga tujuan membebaskan para insan melalui cara “ menuntun setiap
manusia untuk menyelami kebijaksanaan Buddha dengan terlebih dahulu
menarik manusia lewat hasratnya “ dapat tercapai. Supaya para insan yang
baru mulai menganut Agama Buddha dapat berlatih Buddhadharma walau
dalam kondisi masih mempunyai hasrat, untuk selanjutnya mencapai
pencerahan, membuang keserakahan, dapat mengendalikan hidup dan
mati sendiri, dan mencapai keBuddhaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar