Selasa, 12 Januari 2010

Liputan Liang Huang Bao Can

Hikz..sorry sorry banget yah buat teman" untuk 1 minggu kemarin dari
tanggal 5 Jan - 10 Jan,tidak dapet UPDATE BLOG dikarenakan
daku sibuk mengikuti upacara pertobatan kaisar liang atau dalam bahasa
ceneznya Liang Huang Bao Can,Sedikit mengenai Liang Huang Bao can ini
adalah upacara yang memiliki manfaat yaitu untuk mengikis karma-karma
buruk yang nantinya buat kedepan bikin kehidupan kita yang sekarang jadi
lebih enteng dalam menghadapai masalah*Loh kok Mr.Freddy tiba"
jd SOK SOK RELIGIUS YAH??
hahaha...BUKAN SOK RELIGIUS,tapi emank
beginilah aku apa adanya
,Lajuttttt lagi...didalam pertobatan ini kita diharuskan
membaca Kitab Liang Huang Bao Can sebanyak 10 bab,dimana 1 babnya memakan
waktu 1- 2 jam dan berlutut pula (KEBAYANG DUNK PEGEL DAN NIATNYA).
Liang Huang Bao Can ini pun ternyata sudah ada sejak tahun 502-547,
Kaisar Liang Wu Di adalah Kaisar Dinasti Liang yang memerintah di daratan
Tiongkok,saat itu dia mempunya permaisuri bermaraga Qi dan permaisuri ini
orangnya jAHATTTTTTTTT BGT!!!Maruk harta,suka marah",trus suka iri hati
dengan permaisuri yang lain,sampai akhirnya permaisuri Qi ini meninggal.
Permasiuri Qi ini adalah permaisuri kesayangan Kaisar dan meskipun
Permaisurinya da meninggal lebih dari 1 bulan,si kaisar pun masih bermuram
durja sepanjang hari dan malam.

Pada suatu hari, saat sedang di kamar tidur, Kaisar mendengar suara
berisik di luar. Begitu melihat, ada seekor ular berukuran besar sedang
bertengger di ruang utama. Sambil menyeringai, ular itu mengerdip-ngerdipkan
mata kepada Kaisar. Kaisar menjadi ketakutan, mau lari menyelamatkan diri,
namun tak ada jalan keluar. Akhirnya Kaisar memberanikan diri berseru pada ular,
"Istana Kaisar dijaga ketat bukan tempat huni bagi ular.
Kamu pasti siluman yang mau mencelakai saya?"

Si ular menjawab dengan suara manusia,
"Saya adalah permaisuri Baginda. Karena semasa hidup suka iri hati
dan bersifat kejam. Kalau sedang marah, benda mati maupun benda
hidup tak luput dari amukan saya. Setelah meninggal,
karena dosa-dosa ini, terlahir sebagai ular . Tiada makan tiada minum,
tiada liang tempat berteduh, hidup serba sengsara, tidak berdaya.
Ditambah lagi setiap sisik saya tumbuh banyak ulat, daging dan otot
digigit dan digerogoti, sakit sekali bagai dicungkil pisau. Saya terlahir
sebagai ular besar, bukan ular biasa, sehingga memiliki kemampuan
khusus dapat menerobos penjagaan ketatr istana. Saya tahu Kaisar
amat menyayangi aku, maka saya menampakkan diri yang buruk rupa
ini di hadapan Kaisar, mohon bantuan untuk diselamatkan. "

Usai bicara ular itu pun menghilang.
Keesokan harinya Kaisar langsung ngumpulin seluruh Biksu- Biksu yang ada diistana,
dan menceritakan kisah yang dialaminya, kemudian menanyakan jalan keluar untuk
membebaskan Permaisuri dari penderitaan. Bhiksu Bao Ce berkata bahwa pengakuan
dosa dengan bersujud kepada para Buddha dapat menyelamatkan Permaisuri.
Kaisar lalu meminta Bhiksu Bao Ce dan bhiksu lainnya membuat kitab pengakuan
dosa berdasarkan berbagai kitab suci agama Buddha. Setelah itu menyelenggarakan
Upacara Ritual Pengakuan Dosa untuk Sang Permaisuri.
Tak lama setelah upacara diadakan, pada suatu hari, istana diliputi wewangian
yang harum semerbak. Secara kebetulan pada saat Kaisar menengadah ke atas,
tampak seorang dewi yang amat anggun. Sang Dewi berkata,
"Saya adalah jelmaan ular besar. Berkat jasa-jasa Kaisar, saya telah
terlahir di alam Trayastringsa. Kini menampakkan diri untuk
menunjukkan keampuhan pengakuan dosa tersebut.
Terima kasih banyak. "
Sesudah berkata demikian, Sang Dewi pun segera menghilang.

Yah kira - kira begitulah ceritanya hahaha,cerita yang diatas itu Kisah nyata
loh bukan dongeng atau mitos .

CIMG3435 (Large)

CIMG3446 (Large)CIMG3436 (Large)CIMG3438 (Large)

CIMG3447 (Large)

CIMG3449 (Large)

CIMG3450 (Large)

CIMG3453 (Large)

CIMG3459 (Large)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar